Selamat pagi teman2.. Ini adalah postingan pertama saya. sesuai dengan judul di atas, kita membahas tentang pijar /bohlam atau “lampu plenthong” :P
Jeng-Gan,, Mungkin di saat ini sudah jarang yang pakai lampu pijar, karena sudah digantikan lampu Neon ataupun lampu CFL (lampu jari). Kenapa kita membahas lampu pijar? Karena jika membahas CFL, itu ranahnya sudah ke elektronik.
Terus hubungannya dengan fisika?
iya ada dong. Masih ingat dengan materi listrik di kelas X sma? atau sekarang lagi membahas itu di sekolah? Hehehe. Lampu pijar merupakan salah satu alat listrik yang menggunakan kawat “wolframe” sebagai filamen untuk menjadi sumber pemijarnya. Perhatikan gambar di atas :)
Begini ceritanya... saya punya sebuah lampu pijar atau bohlam dengan daya 5 watt tertulis di situ:

| Menurut Hukum daya $P=V.I$ $5=220.I$ $I=\frac{5}{ 220} =0,0227$ A | Menurut Hukum Ohm $V=I.R$ karena digunakan pada 220V $220=I.R$ $R=220/0,0227=9680 ohm$ |

Kenapa? saya justru ingin share itu dengan teman2 agar kita bisa tahu apa sih sebenarnya yang menyebabkan hal itu terjadi.
Dan bagi teman-teman calon guru, hati-hati membuat soal yang tidak sesuai dengan fakta seperti ini... Hehe.. Kalau saran saya "jangan gunakan contoh hitungan yang jika dipraktekan jauh dari teori".
Itulah saya kenapa membuat judul fisika tetap fisika.
Fisika yang awalnya kan ilmu ukur, kemudian menjadi teori-teori yang mempelajari sifat fisik benda. Mana mungkin kita mengabaikan ini.. Ingat brai, sejuta teori akan runtuh dengan satu eksperimen.
Teori di atas barangkali tidak salah, cuma ada sesuatu yang belum diketahui so please comment in follow...
Mungkin ini saya yang bisa saya bagi hari ini. See you on the next post :)